35 Tahun Berjualan Pudak, Hariyati Tetap Jaga Kualitas Rasa Jajanan Khas Gresik

35 Tahun Berjualan Pudak, Hariyati Tetap Jaga Kualitas Rasa Jajanan Khas Gresik.
35 Tahun Berjualan Pudak, Hariyati Tetap Jaga Kualitas Rasa Jajanan Khas Gresik. Foto: Progresnews.id/Betty

Gresik, Progresnews.id – Pudak merupakan jajanan tradisional khas Gresik. Kue ini memiliki aneka macam warna di antaranya adalah putih, hijau serta cokelat.

Berbahan dasar tepung beras serta dibungkus menggunakan pelepah daun pinang, Pudak menjadi salah satu kudapan tradisional yang memiliki bentuk luaran unik sehingga membuat masyarakat luar kota mudah mengingat makanan ini.

Untuk membeli kue yang memiliki citra rasa manis ini, salah satunya bisa ditemukan di Jalan Sindujoyo dekat Pasar Gresik, di sana banyak pedagang menjual Pudak berjajar, salah satunya Hariyati (66), yang sudah menjual pudak dari tahun 1985.

35 Tahun Berjualan Pudak, Hariyati Tetap Jaga Kualitas Rasa Jajanan Khas Gresik
35 Tahun Berjualan Pudak, Hariyati Tetap Jaga Kualitas Rasa Jajanan Khas Gresik. Foto: Progresnews.id/Betty

Berawal dari berjualan nasi, Hariyati menceritakan banyak pelanggannya yang menanyakan soal pudak. Atas dasar ini muncul lah ide untuk membuat pudak. Ternyata dalam prosesnya, orang-orang menyukai pudaknya. Peminatnya pun semakin berdatangan.

Oleh karena itu, Hariyati memutuskan untuk menghentikan penjualan nasi, bisnis yang ditekuninya selama 12 tahun. Kemudian beralih dengan menjajakan pudak miliknya.

Hariyati melanjutkan, biasanya yang membeli Pudak di tempatnya adalah orang yang datang dari luar kota, kalaupun ada warga Gresik yang membeli, kerap lebih digunakan sebagai oleh-oleh.

Seperti pedagang lainnya, Hariyati juga menawarkan tiga varian rasa, yaitu pudak putih rasa original, pudak hijau rasa pandan, yang terakhir pudak cokelat dari sagu.

Adapun harga yang dipatok Hariyati cukup bervariasi. Pudak Putih dan Hijau seharga Rp 26.000 untuk 10 Pudak. Sedangkan untuk Pudak Cokelat memiliki harga lebih mahal, yaitu Rp 30.000. Perbedaan harga ini dikarenakan harga bahan sagu yang tidak murah.

Selama 35 tahun jualan Pudak, Hariyati tidak khawatir kehilangan pelanggan. Meskipun banyak pedagang pudak di sekitar tempatnya, Hariyati mengaku setiap orang memiliki porsi rezeki masing-masing. Serta yang terpenting adalah bagaimana usaha kita dalam mendapatkan kepercayaan pelanggan, yaitu dengan konsistensi dalam pembuatan pudak.

“Cara untuk bertahan ya kita jaga kualitas rasanya,” ungkapnya, saat ditemui pewarta Progresnews.id di rumahnya.

Hariyati merupakan salah satu penjual kudapan khas Gresik yang turut serta menjaga kelestarian Pudak di tengah persaingan jajanan kekinian yang sedang tren di kalangan anak-anak muda. Ia berharap akan ada generasi yang ikut turut serta melestarikan Pudak.

“Ibu berharap pudak akan terus berkembang, ada yang menuruskan. Seperti saat ini, anak-anak Ibu yang melanjutkan, mereka yang bikin pudaknya,” tuturnya.

Jajanan khas Gresik yang satu ini dibuat dengan cara dikukus selama dua jam. Anda bisa memakannya selagi hangat, namun jika tidak, anda tidak perlu khawatir. Rasa yang ditawarkan akan tetap lezat.

Editor: Rifqi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.