19 Ribu Guru Belum Divaksin, Pelaksanaan PTM di Lamongan Menemui Masalah

Plt. Dinas Pendidikan Lamongan, Mohammad Nalikan. Foto: Dok. Progresnews.id.
Plt. Dinas Pendidikan Lamongan, Mohammad Nalikan. Foto: Dok. Progresnews.id.

Lamongan, Progresnews.id — Menyisakan 19.566 tenaga pengajar yang belum divaksin, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Lamongan menemui jalan terjal.

Pasalnya, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri mengenai PTM terbatas menginstruksikan semua guru harus divaksin sebelum tahun ajaran baru pada bulan Juli mendatang.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan belum bisa memastikan kapan ribuan guru yang tersisa itu bisa segera di suntik vaksin.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Mohammad Nalikan menjelaskan jumlah seluruh guru di Lamongan berjumlah 23.648 namun hanya 4.118 yang telah divaksin.

“Sasaran ada sebanyak 23.684 guru, sudah terealisasi 4.118 guru,” jelas Nalikan kepada wartawan, Senin (24/5).

Menurutnya, jika sebelum pelaksanaan PTM terbatas di Lamongan seluruh guru dengan rincian 19.556 harusnya sudah dapat jatah vaksin.

“Di awal PTM semua guru dipastikan sudah di vaksin,” tuturnya

Singkatnya waktu yang mengharuskan ribuan guru divaksin itu membuat Dinas Pendidikan Lamongan terus mewanti-wanti agar instansi pendidikan tetap menjalankan sistem pembelajaran yang telah dilakukan pada masa pandemi ini.

“Apa yang sudah berhasil diciptakan seperti Digital School, Gerlamsesaku sampai Gerakan Lamongan Menghafal untuk terus kita gerakkan di berbagai lini untuk merangsang anak-anak agar produktif belajar,” harapnya.

Posisi dilematis yang mana memburu Pemerintah Lamongan untuk segera memfasilitasi ribuan guru tersebut menjadikan pemerintah turut menginstruksikan para pengajar untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan sistem belajar mengajar yang tepat selama pandemi.

“Bapak ibu guru agar tidak berhenti menciptakan berbagai inovasi,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *